Website untuk Anime Lovers Indonesia! Berita Anime, Manga, Game, Cosplayer dan Jepang.

Festival Nebuta Matsuri di Jepang

0 1

Festival Nebuta Matsuri – Tiap-tiap negara memiliki beragam acara atau festival yang digelar secara konsisten dan terjadwal. Momen untuk memperingati festival tersebut biasanya tak hanya menjadi hari spesial dan istimewa buat warga setempat saja melainkan juga menjadi momen spesial bagi turis asing yang sengaja berkunjung. Indonesia misalnya memiliki perayaan Hari Kemerdekaan RI yang diperingati secara nasional, Pesta Nelayan yang biasanya dilakukan oleh para nelayan di pesisir pantai, Upacara Galungan di Bali dan masih banyak lainnya yang juga ikut dirayakan oleh turis asing.

Nah, Jepang yang terkenal dengan kebudayaannya yang tinggi tentu memiliki banyak sekali festival atau momen-momen spesial. Festival-festival di Jepang merupakan festival kuno dan tradisional yang telah berumur sangat panjang, ribuan tahun. Salah satu ialah Festival Matsuri yang dalam dialek Jepang diartikan dengan liburan yang umumnya berlangsung pada akhir musim panas atau di awal musim gugur. Festival Matsuri sangat erat kaitannya dengan panen padi.

Festival Matsuri merupakan salah satu festival yang terkenal di Jepang yang biasanya dilakukan oleh banyak warganya untuk menyambut panen padi tiba. Jadi, Festival Masturi merupakan momen spesialnya bagi para petani Jepang. Festival ini sendiri berasal dari Aamori yang berada di ujung utara daratan Jepang. Pada awalnya festival ini dirayakan pada hari ketujuh, bulan ketujuh dari kalender lama Jepang. Di beberapa daerah di Indonesia festival sejenis juga kerap dilakukan oleh para petani sebelum panen tiba dengan tujuan untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya hasil panennya melimpah.

Festival Matsuri sangat berarti bagi para petani di Jepang. Dalam festival ini ada banyak lentera yang disiapkan dengan berbagai ukuran mulai dari yang berukuran kecil, sedang sampai besar yang dibawa oleh anak-anak kecil. Iring-iringan pembawa lentera tersebut biasanya akan menjadi pusat perhatian banyak wistaawan untuk kemudian diabadikan menggunakan kamera. Kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai kebudayaan tersebut sampai sekarang masih tetap dipertahankan dan diperluas fungsinya bukan hanya sekadar “ritual” petani semata melainkan juga aspek yang mampu menyedot kehadiran banyak wisatawan untuk kemudian ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More