Website untuk Anime Lovers Indonesia! Berita Anime, Manga, Game, Cosplayer dan Jepang.

Mengenal Agama dan Kepercayaan Orang Jepang

Rate this post

Agama dan Kepercayaan Orang Jepang – Keyakinan beragama bagi orang Jepang adalah suatu pedoman hidup yang harus ditaati menurut keyakinan secara bebas dan bersifat pribadi. Secara politis, sosial dan budaya, agama atau keyakinan nenek moyang sangat mempengaruhi mentalitas orang Jepang. Ada kecendrungan bahwa orang Jepang tidak bisa dikatakan memeluk atau meyakini satu keparcayaan, misalnya dalam aktivitas tertentu mereka dapat melakukan ritual suatu keyakinan dan di saat yang lain secara bersamaan melakukan ritual keyakinan lainnya.

Mengenai kebebasan beragama ini dicantumkan dalam Konstitusi Jepang pasal 20 yang menyatakan:

“Kebebasan beragama dijamin bagi semua orang, organisasi keagamaan tidak akan mendapat hak-hak istimewa dari negara dan tidak melakukan kekuasaan apapun”

“Tak seorang pun dapat dipaksa untuk ikut serta dalam tindakan, perayaan, upacara ataupun praktek keagamaan lainnya”

“Negara beserta organ-organnya harus tidak melakukan pendidikan keagamaan atau kegiatan keagamaan lainnya”

Jelaslah bahwa negara tidak ikut ca,mpur dalam kegiatan, dan keyakinan agama rakyatnya. Agama sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing individu. Kebebasan berkeyakinan tersebut antara lain kepada:

Keyakinan Shinto

Keyakinan Shinto merupakan kepercayaan pribumi Jepang yang paling kuno. Kepercayaan ini bermula dari keyakinan terhadap mitos-mitos bahwa di alam semesta ini terdapat kekuatan ghaib, yaitu kekuatan yang supranatural di luar kuasa pemikiran manusia. Kekuatan spiritual ini kemudian diyakini sebagai Kami (Dewa)

Keyakinan Budha

Agama Budha sebenarnya berasal dari Cina yang masuk ke Jepang pada masa pemerintahan shogun sekitar abad keenam. Cina datang ke Jepang selain membawa misi dagang tetapi juga menyebarkan  agama Budha yang pada saat itu cocok dengan kepribadian bangsa Jepang. Padahal bangsa Jepang ketika itu sudah berkeyakinan Shinto, namun agama tersebut dapat berasimilasi dengan penuh kedamaian karena ajaran-ajaran yang terdapat  didalamnya tidak jauh berbeda.

Pendeta yang terkenal pada saat itu adalah Pendeta Saichou dan Pendeta Kuukai yang beraliran Esoteris. Selain itu ada juga Budah yang beraliran soudo dan zen. Maing masing ajaran pada dasarnya sama namun yang membedakan adalah beberapa penekanan pada,

Aliran Budha esoteris menekankan bahwa manusia dapat memuaskan segala keinginan duniawi hanya dengan berdoa dan bermeditasi.

Aliran Budha soudo menekankan bahwa pertama, orang bisa berharap agar dapat dilahirkan kembali di sorga dengan memohon pertolongan Amidha Budha melalui pengucapan nenbutsu. Kedua, duni a fana bagi manusia adalah dunia tanpa harapan dan masalah keselamatan itu adanya di dunia berikutnya.

Aliran Budha zen, menekankan bahwa pertama, hanya dengan melepaskan segala nafsu dan bermeditasi, maka orang dapat mecapai pencerahan spiritual. Kedua, Meditasi bertujuan untuk hidup disiplin dan mengolah diri. Ketiga, menegaskan ajaran ke arah apresiasi dan pemahaman tentang pemujaan.

Dewasa ini penganut agama Budha di Jepang hampir mencapai 35% dari jumlah pemeluk agama. Kegiatan yang berdasarkan seremoni Budha anatara lain;

  1. Upacara pemakaman.
  2. Upacara penyambutan nenek moyang dalam vestifal Bon.
  3. Penyembahan-penyembahan yang dilakukan dengan jalan meditasi.

Agama bagi orang Jepang dianggap sebagai aturan bagi diri sendiri, dan aturan moral adalah aturan dalam hidup bermasyarakat. Semua agama mengajarkan kebaikan, oleh karena itu banyak orang Jepang menganut keyakinan campuran. Keyakinan akan beberapa agama dalam kehidupan bangsa Jepang begitu kompleks, misalnya pada perayaan oshogatsu tahun baru, orang Jepang pergi ke kuil-kuil Shinto untuk berdoa agar diberi keselamatan dan berkah untuk tahun berikutnya.

Pada saat hari natal mereka pergi ke Gereja untuk merayakannya dan berdoa, dan pada saat upacara penguburan mereka lakukan dengan cara Budha. Bahkan upacara pernikahan dapat dilakukan dengan cara tiga keyakinan Shinto, Kristen, dan Budha.  Dengan adanya kompleksitas keyakinan seperti ini, maka tentu saja agama Kristen dan agama Budha yang ada di Jepang akan sangat berbeda dengan yang ada di luar negara Jepang.



Saya menyukai anime, manga dan J-POP. Sejak kecil saya sudah membaca lebih dari puluhan ribu volume manga dan ribuan episode anime.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended
Apa itu Seni Ikebana - Ikeberasal dari kata kerja ikeru…