Budaya JepangJepang

Apa itu Hataraki dan hatarakibachi? Konsep dan Pengertiannya

Apa itu Hataraki dan hatarakibachi? Konsep dan Pengertiannya

Hataraki dan Hatarakibachi – Hataraki artinya ‘bekerja’, bachi berasal dari kata hachi artinya ‘serangga’. Jadi hatarakibachi berarti ‘serangga kerja’, atau sering disebut juga sebagai ‘kutu kerja’ di Indonesia.

Sebutan ini untuk menggambarkan bahwa orang Jepang adalah orang yang gila kerja, suatu pekerjaan mereka lakukan dengan tanpa mengenal waktu.

Jam kerja umumnya di mulai sejak pukul sembilan sampai pukul lima sore, namun para pekerja Jepang selalu menyelesaikan pekerjaan yang harus selesai pada hari itu.  Mereka Tidak menunda-nundanya, sehingga pekerjaan tersebut umumnya dikerjakan hingga harus lembur. Hatarakibachi melahirkan semangat kerja keras, ketekunan, keuletan dalam bekerja. Itu sebabnya mengapa orang Jepang dianggap sebagai bangsa terampil dan menyukai pekerjaan.

Hatarakibachi (働き蜂) secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “lebah pekerja.” Dalam konteks budaya Jepang, istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang bekerja keras dan giat seperti lebah pekerja. Mereka biasanya sangat berkomitmen terhadap pekerjaan mereka dan cenderung bekerja berjam-jam melebihi jam kerja resmi.

Fenomena “hatarakibachi” mencerminkan budaya kerja yang sangat serius di Jepang, di mana dedikasi dan pengorbanan terhadap pekerjaan dianggap sebagai nilai penting. Orang yang dilihat sebagai “hatarakibachi” mungkin dianggap sebagai pekerja yang sangat bersemangat dan produktif, tetapi pada saat yang sama, ada juga risiko kelelahan, tekanan, dan ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Penting untuk dicatat bahwa budaya kerja di Jepang memiliki sisi positif dan negatif, dan konsep “hatarakibachi” mencerminkan komitmen terhadap pekerjaan yang kuat, tetapi juga bisa memunculkan isu-isu terkait kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan.

Sifat Hatarakibachi Orang Jepang

Faktor utama yang menyebabkan bangsa Jepang harus memiliki sifat hatarakibachi adalah lingkungan alam yang menantang. Bayangkan saja negara yang kecil hampir sebesar pulau Sumatra, 80 % daerah pegunungan yang hampir dihuni oleh gunung berapi, sisanya dataran rendah yang hanya sedikit untuk bisa ditanami pertanian. Negara ini terletak di tengah laut samudra Pasifik sebagai negara kepulauan, yang selalu diterpa gelombang tsunami, badai salju, gempa, angin taifun dan berbagai tantangan lainnya. Selain itu, pergantian musim juga mempengaruhi cara pandang dan cara hidup orang Jepang. Mereka harus berjuang bekerja keras untuk bertahan dalam menghadapi setiap pergantian musim itu.

Read :  Hari Ninja Nasional Mengenal Peringatan Hari Ninja di Jepang

Faktor lain yang menyebabkan orang Jepang memiliki sifat hatarakibachi adalah karena bangsa Jepang memiliki sikap penghargaan tinggi terhadap sebuah pekerjaan. Mereka memiliki sikap loyal terhadap pekerjaan sehingga dengan penuh dedikasi akan melakukan apapun demi kemajuan perusahaan. Bahkan perusahaan atau kantor dianggap sebagai rumah kedua. Adanya Jaminan perusahaan terhadap karyawan juga menjadi salah satu faktor pendorong seseorang untuk bekerja mati-matian. Proses keuntungan timbal balik antara perusahaan dan karyawan menjadikan semua komponen perusahaan bergerak dinamis hingga melahirkan sikap hatarakibachi.

Jiwa Hatarakibachi

Jiwa hatarakibachi adalah jiwa disiplin spiritual, bukan sekedar berorientasi pada keuntungan materi belaka. Hal inilah yang membedakan cara pandangnya dengan konsep Barat yang menyatakan bahwa waktu adalah uang, setiap pekerjaan selalu dikaitkan dengan uang. Jepang memiliki kekhasan segi menejerial, penghargaan atas loyalitas adalah prioritas utama bagi suatu perusahaan.

Cerita Anime dan Manga

Hataraki Man” (はたらきマン), yang merupakan sebuah manga dan anime yang diciptakan oleh Moyoco Anno. “Hataraki Man” adalah istilah slang yang dapat diterjemahkan secara kasar sebagai “Si Pekerja Keras” atau “Pekerja yang Rajin.”

Hataraki Man” (はたらきマン)

“Hataraki Man” adalah manga yang mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari seorang wanita muda bernama Hiroko Matsukata, yang bekerja sebagai editor di sebuah majalah. Manga ini menyoroti tantangan dan komitmen yang terlibat dalam dunia pekerjaan dan bagaimana Hiroko berurusan dengan perjuangan keseimbangan antara karirnya dan kehidupan pribadinya.

Manga ini menggambarkan dengan realistis perasaan dan pengalaman yang dialami oleh Hiroko dan karakter lainnya di tempat kerja, serta mengangkat isu-isu yang relevan dengan dunia kerja, gender, dan hubungan sosial.

Manga “Hataraki Man” juga diadaptasi menjadi sebuah seri anime yang tayang pada tahun 2006. Seri anime ini mengikuti kisah yang sama dengan manga, menggambarkan Hiroko dan teman-temannya dalam lingkungan tempat kerja mereka.

Read :  Kapan Sih Musim Terbaik Untuk Datang ke Jepang?

Keduanya, baik manga maupun anime “Hataraki Man,” memberikan pandangan yang menarik tentang dunia pekerjaan, tekanan, ekspektasi sosial, dan dinamika antara kehidupan profesional dan pribadi.

Shares: