JepangMasyarakat Jepang

Apa Itu Freeter? Arti dan Penjelasannya

Apa itu Freeter

Apa itu Freeter?, makna “Freeter (furiitaa)” dalam bahasa Jepang berasal dari gabungan kata bahasa Inggris ‘free’ yang artinya ‘bebas; gratis’ dan kata bahasa Jerman ‘Arbeiten’ yang artinya ‘bekerja’. Biasanya, freeters adalah orang-orang muda yang tidak memiliki pekerjaan secara tetap, tetapi memiliki pekerjaan satu atau lebih paruh waktu selain itu juga freeter bisa juga berarti untuk menggambarkan suatu keadaan seseorang yang berpindah dari satu pekerjaan jangka pendek ke pekerjaan yang lainnya.

Dewasa ini fenomena ‘freeters’ dikalangan anak muda 20-an sedang menggejala. Banyak pelaku freeters mengatakan bahwa mereka telah memilih gaya hidup ini karena mereka ingin mengejar impian mereka tanpa terkekang oleh pekerjaan tetap, mereka bisa mendapatkan uang yang diinginkan dalam waktu tertentu, selain itu dengan melakukan ‘freeter’ maka akan merasa lebih nyaman hidup dengan cara ini bisa memiliki lebih banyak waktu untuk diri mereka sendiri.

Kecendrungan fenomena freeter ini terjadi karena mobilitas dan kuantitas pekerjaan tetap lebih tinggi daripada kemampuan sumber daya pekerjanya itu sendiri, sehingga keadaan ini memaksa para pekerja tetap yang masih muda memilih untuk melakukan freeter.

Apa Itu Freeter, Arti dan Penjelasannya

Freeter adalah istilah dalam bahasa Jepang yang merujuk kepada individu-individu yang memilih untuk bekerja dalam pekerjaan paruh waktu atau pekerjaan tidak tetap, daripada memiliki pekerjaan penuh waktu atau karir yang mapan. Istilah ini merupakan kombinasi dari kata bahasa Inggris “free” (bebas) dan “arbeiter” (pekerja), dan muncul dalam budaya Jepang untuk menggambarkan fenomena tertentu dalam dunia kerja.

Karakteristik Freeter meliputi:

  1. Pekerjaan Tidak Tetap: Freeter cenderung bekerja dalam pekerjaan paruh waktu, pekerjaan musiman, atau pekerjaan kontrak sementara. Mereka mungkin tidak memiliki pekerjaan penuh waktu yang stabil.
  2. Fleksibilitas: Freeter sering memilih pekerjaan yang lebih fleksibel, yang memungkinkan mereka memiliki waktu luang atau kesempatan untuk mengejar minat pribadi, belajar, atau aktivitas lainnya.
  3. Kurangnya Kepastian: Karena pekerjaan yang tidak tetap, Freeter mungkin menghadapi ketidakpastian terkait penghasilan dan stabilitas pekerjaan.
  4. Generasi Muda: Istilah “Freeter” biasanya merujuk kepada generasi muda, seperti lulusan sekolah menengah atau perguruan tinggi yang belum menetap dalam pekerjaan penuh waktu.
  5. Pilihan Pribadi: Beberapa Freeter mungkin memilih gaya hidup ini secara sengaja, mungkin untuk menghindari komitmen jangka panjang atau untuk menghindari tekanan dari pekerjaan konvensional.
Read :  6 Cara Permintaan Maaf dalam Bahasa Jepang

Istilah Freeter mencerminkan dinamika pekerjaan yang berbeda dari tradisi karir konvensional yang lebih stabil dan mapan di Jepang. Ini juga mencerminkan perubahan sosial dan ekonomi yang memengaruhi preferensi dan pilihan pekerjaan individu. Freeter mirip dengan Arubaito (bekerja paruh waktu) namun sedikit beda konsepnya.

Shares: