Budaya JepangJepang

Upacara Memanggil Arwah Leluhuh di Festival Obon

Upacara Memanggil Arwah L eluhur dalam Festival Obon

Festival Obon adalah salah satu festival tradisional Jepang yang diadakan untuk menghormati dan mengenang arwah leluhur. Selama festival ini, diyakini bahwa arwah leluhur kembali ke dunia manusia untuk mengunjungi keluarga mereka. Salah satu elemen penting dari Festival Obon adalah upacara memanggil arwah leluhur, yang dilakukan dengan tujuan memberi penghormatan kepada mereka dan memandu mereka kembali ke dunia roh.

Upacara Memanggil Arwah L eluhur dalam Festival Obon

Festival Obon atau yang dikenal juga sebagai Festival Arwah adalah event tahunan ajaran Budha kuno di Jepang. Diyakini saat perayaan Festival Obon arwah leluhur kembali ke dunia mengunjungi kerabatnya. Obon Matsuri dilaksanakan mulai dari tanggal 13 Agustus – 15 Agustus. Ritual dari Festival Obon dengan menggantungkan lampion di depan rumah untuk membimbing para leluhur, mengunjungi makam serta memberikan sesaji berupa makanan yang diletakan di altar atau di kuil dan pertunjukan tarian Obon yang disebut Bon Odori.

Berikut adalah gambaran tentang upacara memanggil arwah leluhur dalam Festival Obon:

1.Tgl. Pelaksanaan:

Festival Obon umumnya diadakan pada bulan Agustus di berbagai wilayah di Jepang. Tanggal pasti dapat bervariasi tergantung pada kalender tradisional Jepang atau kalender lunar.

2. Persiapan:

Sebelum upacara dimulai, keluarga merapikan dan membersihkan makam leluhur. Mereka juga menyiapkan altar di rumah atau tempat-tempat lain untuk memanggil dan menyambut arwah.

3. Tata Letak:

Di altar atau tempat peribadatan, diletakkan makanan, minuman, dan dupa sebagai persembahan kepada arwah. Lilin juga dapat dinyalakan untuk memandu arwah.

Read :  Ayo Naik Kereta Anpanman di Shikoku!

4. Tarian Bon Odori:

Sebelum atau setelah upacara memanggil arwah, seringkali ada tarian khas yang disebut Bon Odori. Tarian ini diadakan untuk menyambut arwah dengan riang dan menghormati mereka dengan tarian tradisional yang diikuti oleh orang-orang di komunitas. Bon Odori tarian dilakukan bersama tanpa mengenal jenis kelamin dan usia di lingkungan kuil agama Buddha atau Shinto. Konon gerakan dalam Bon Odori meniru arwah leluhur yang menari gembira setelah lepas dari hukuman kejam di neraka.

5. Memanggil Arwah:

Pada malam hari, saat dianggap arwah leluhur kembali ke dunia manusia, upacara dimulai. Keluarga berkumpul di dekat altar dan memanggil arwah dengan membunyikan bel, gong, atau dengan cara khusus yang dapat bervariasi di berbagai wilayah.

6. Doa dan Penghormatan:

Selama upacara, anggota keluarga mendoakan dan menghormati arwah leluhur. Mereka berbicara kepada arwah, mengenang kenangan bersama, dan mengungkapkan rasa hormat.

7. Makanan dan Minuman:

Festival Obon adalah momen istimewa di Jepang di mana orang mengenang dan menghormati arwah leluhur mereka. Selama festival ini, makanan dan minuman yang disukai oleh arwah diletakkan di altar sebagai persembahan. Berikut adalah beberapa contoh makanan dan minuman yang umum ditemukan selama Festival Obon:

Makanan:

  1. Shojin Ryori (Masakan Vegetarian): Dalam beberapa tempat, makanan vegetarian diberikan sebagai persembahan karena diyakini dapat memberikan keberkahan bagi arwah. Ini termasuk nasi, sayuran, tahu, dan produk kedelai lainnya.
  2. Nasu Dengaku: Tahu panggang atau bakar dengan saus miso yang kental yang diolesi di atasnya.
  3. Cucumber Maki: Timun yang digulung dengan nasi dan bahan lain seperti rumput laut atau ikan.
  4. Inari Sushi: Nasi yang dimasukkan dalam kantong tahu manis yang diawetkan, sering kali diberi rasa manis.
  5. Chawanmushi: Puding telur yang lembut yang berisi daging, sayuran, dan makanan laut.
  6. Somen: Mie tipis yang disajikan dalam kuah dingin atau hangat.
  7. Kakigori: Es serut dengan sirup rasa.
Read :  10 Serba Serbi Onigiri Yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Minuman:

  1. Ocha (Teh Hijau): Teh hijau adalah minuman yang sangat umum di Jepang. Ini juga bisa menjadi bagian dari persembahan di altar.
  2. Mizu (Air): Air adalah simbol kehidupan dan juga diberikan sebagai persembahan untuk arwah.
  3. Sake: Alkohol tradisional Jepang yang juga bisa diberikan sebagai persembahan.
  4. Shochu: Minuman beralkohol lainnya yang sering kali dicampur dengan air atau es.
  5. Mizu Shingen Mochi: Hidangan penutup yang terbuat dari gelatin yang berbentuk seperti es batu dan biasanya disajikan dengan sirup.
  6. Fruit: Buah segar juga bisa diletakkan di altar sebagai persembahan.

Penting untuk diingat bahwa makanan dan minuman yang diberikan sebagai persembahan di altar selama Festival Obon tidak dimaksudkan untuk dimakan oleh manusia. Setelah beberapa waktu, makanan dan minuman tersebut biasanya disingkirkan atau dimakan oleh keluarga setelah arwah telah menerima penghormatan yang pantas.

8. Selesai dan Pengembalian Arwah:

Setelah upacara selesai, arwah dianggap telah mendapatkan penghormatan yang pantas dan diantar kembali ke dunia roh. Pada akhir festival, seringkali ada upacara pelepasan lampion atau kapal terapung di air sebagai simbol mengantarkan arwah kembali.

Upacara memanggil arwah leluhur dalam Festival Obon mencerminkan rasa hormat, penghormatan, dan hubungan antara dunia manusia dan dunia roh. Ini juga merupakan waktu bagi keluarga untuk berkumpul, berbagi kenangan, dan menjaga tradisi yang mendalam dan bermakna dalam budaya Jepang.

Shares: