Anime

Apa itu Death Note dan Cara Menggunakannya

Apa itu Death Note dan Cara Menggunakannya

Apa itu Death Note dan Cara Menggunakannya, Death Note adalah salah satu anime psikologis yang paling ikonik dan mendalam dalam sejarah anime. Diciptakan oleh Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, anime ini pertama kali muncul sebagai manga pada tahun 2003 sebelum diadaptasi menjadi serial anime yang mendebarkan pada tahun 2006. Dengan plot yang cerdas dan karakter yang kompleks, “Death Note” menggabungkan elemen cerita kejahatan, misteri, dan moralitas untuk menghasilkan karya yang tak terlupakan.

Sinopsis Death Note (Apa itu Death Note?)

Cerita Death Note berkisah tentang seorang siswa jenius bernama Light Yagami yang menemukan sebuah buku misterius yang disebut “Death Note.” Buku ini memiliki kekuatan mengerikan: siapa pun yang namanya ditulis di dalamnya akan mati. Light memutuskan untuk menggunakan Death Note ini untuk membersihkan dunia dari para penjahat dan menjadikan dirinya seorang dewa pembasmi kejahatan. Namun, permainan kucing-dan-tikus dimulai ketika seorang detektif ulung bernama L mulai mengejarnya.

Karakter Utama Death Note

  1. Light Yagami: Ligh Yagami adalah protagonis atau karakter utama death note, seorang siswa pandai yang awalnya bermaksud menggunakan Death Note untuk menghukum penjahat, tetapi seiring waktu, obsesi dan kekuasaan mulai mempengaruhinya.
  2. L (Lawliet): Detektif ulung yang dikenal hanya dengan nama L. Ia adalah rival utama Light dalam permainan intelektual untuk mengungkap identitas Kira, nama julukan yang diberikan pada pembasmi penjahat misterius.
  3. Ryuk: Shinigami (dewa kematian) yang menjatuhkan Death Note ke dunia manusia dan menciptakan konflik utama dalam cerita.
  4. Misa Amane: Penggemar Light yang fanatik yang juga mendapatkan Death Note dan menggunakan kekuatannya untuk mencapai tujuannya sendiri.
Read :  Apa Itu Ecchi, Arti dan Penjelasannya

Pesan Moral dan Etika

“Death Note” membawa pemirsa ke dalam dilema moral yang rumit. Pertanyaan-pertanyaan tentang hak untuk mengambil kehidupan orang lain, etika penegakan hukum, dan harga dari obsesi terungkap dalam cerita ini. Light, yang awalnya berjuang melawan penjahat, mulai menjadi penjahat sendiri karena pencariannya akan kekuasaan. Ini mengundang pertanyaan tentang apa yang terjadi ketika seseorang memiliki kekuatan mutlak.

Permainan Pikiran / Kecerdasan

Salah satu daya tarik utama “Death Note” adalah permainan pikiran antara Light dan L. Kedua karakter ini adalah genius dalam bidangnya masing-masing, dan penggemar anime menyaksikan perang psikologis yang intens saat keduanya berusaha mengalahkan satu sama lain.

Buku Death Note

Buku Death Note” adalah artefak sentral dalam cerita anime dan manga “Death Note” yang sangat terkenal. Ini adalah buku catatan supernatural yang memiliki kekuatan untuk membunuh siapa pun yang namanya ditulis di dalamnya, asalkan penulis tahu wajah korban tersebut. Berikut adalah beberapa detail lebih lanjut tentang buku Death Note:

  1. Penampilan Fisik: Buku Death Note adalah buku catatan berwarna hitam yang biasanya berukuran sekitar setengah inci tebal. Hal yang mencolok adalah bahwa kata “Death Note” tertulis di sampulnya dengan huruf merah.
  2. Aturan Penggunaan: Buku Death Note dilengkapi dengan sejumlah aturan yang sangat penting. Misalnya, pengguna harus tahu nama lengkap korban serta memiliki gambaran wajah korban tersebut saat menulis nama mereka. Selain itu, pengguna juga dapat menentukan bagaimana korban akan mati, asalkan metode tersebut fisik mungkin. Buku ini memiliki aturan yang sangat rinci dan kompleks yang menjadi titik fokus dalam cerita.
  3. Makhluk Penjaga: Setiap Death Note juga dikaitkan dengan seorang Shinigami, atau dewa kematian. Shinigami adalah makhluk supernatural yang menjatuhkan Death Note ke dunia manusia untuk menghibur diri atau menciptakan kekacauan. Ryuk adalah Shinigami yang terkait dengan Death Note yang ditemukan oleh Light Yagami dalam cerita.
  4. Kekuatan dan Keterbatasan: Kekuatan buku Death Note sangat besar, tetapi ada batasan yang harus dipahami oleh pengguna. Misalnya, buku ini hanya akan berfungsi jika nama korban ditulis dengan sungguh-sungguh dalam buku itu. Selain itu, pengguna yang menjual jiwa mereka ke Shinigami dengan menukarkan sebagian besar usia mereka untuk mendapatkan Death Note akan mati jika buku tersebut hancur.
  5. Pengaruh pada Cerita: Buku Death Note adalah katalis utama dalam cerita “Death Note.” Light Yagami menemukan buku ini dan memulai perang kriminalistik pribadi yang besar dengan menggunakan buku tersebut untuk membasmi penjahat. Hal ini memicu konflik dengan L, detektif ulung yang mencoba mengungkap identitas Kira, alias yang digunakan oleh Light.
  6. Dilema Moral: Penggunaan buku Death Note memunculkan dilema moral yang signifikan dalam cerita. Pertanyaan tentang hak seseorang untuk mengambil nyawa orang lain, bahkan untuk tujuan “menghapus kejahatan,” menjadi tema utama yang dijelajahi dalam karya ini.
Read :  Rekomendasi Anime terbaru 2017 Terbaik

Buku Death Note adalah elemen sentral dalam cerita “Death Note” yang menggambarkan perang pemikiran antara karakter utamanya dan membawa pertanyaan etika dan moral ke dalam permainan. Kehadiran buku ini menciptakan sebuah cerita yang penuh dengan konflik, intrik, dan pertanyaan yang mendalam tentang kekuasaan, tanggung jawab, dan konsekuensi tindakan manusia.

Aturan Catatan Kematian (Cara Menggunakan death Note)

Bagaimana cara menggunakannya:

  • Manusia yang namanya tertulis dalam catatan ini akan mati.
  • Catatan ini tidak akan berlaku kecuali penulis memiliki wajah orang itu dalam pikiran mereka ketika menulis namanya. Karena itu, orang yang menggunakan nama yang sama tidak akan terpengaruh.
  • Jika penyebab kematian ditulis dalam 40 detik setelah menulis nama orang tersebut, itu akan terjadi.
  • Jika penyebab kematian tidak ditentukan, orang tersebut akan meninggal karena serangan jantung.
  • Setelah menulis penyebab kematian, rincian kematian harus ditulis dalam 6 menit dan 40 detik berikutnya.
  • Catatan ini akan menjadi milik dunia manusia, setelah menyentuh tanah dunia manusia.
  • Pemilik catatan dapat mengenali gambar dan suara dari pemilik aslinya, yaitu dewa kematian.
  • Manusia yang menggunakan catatan ini tidak bisa pergi ke Surga atau ke neraka.
  • Jika waktu kematian ditulis dalam 40 detik setelah menulis penyebab kematian sebagai serangan jantung, waktu kematian dapat dimanipulasi, dan waktu dapat mulai berlaku dalam waktu 40 detik setelah menulis nama.
  • Manusia yang menyentuh Death Note dapat mengenali gambar dan suara pemilik aslinya, dewa kematian, bahkan jika manusia bukan pemilik note tersebut.

Kesimpulan

“Death Note” adalah salah satu anime terbaik yang pernah ada, menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Ini menggugah pemirsa untuk merenungkan pertanyaan moral yang mendalam sambil menyajikan cerita yang penuh dengan misteri, ketegangan, dan kompleksitas karakter. Dengan pesan moral yang kuat dan pertarungan intelektual yang mendebarkan, “Death Note” akan tetap menjadi salah satu karya anime yang paling berkesan dalam sejarah genre ini.

Read :  My Hero Academia Mengungkapkan Visual pertama Musim ke-6 !
Shares: